Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Kecombrang, Salah Satu Jenis Bumbu Masakan Dan Bahan Makanan

Kecombrang, Salah Satu Jenis Bumbu Masakan Dan Bahan Makanan. Untuk sebagian orang mungkin belum pernah mendengar atau belum begitu akrab dengan tumbuhan Kecombrang. Padahal kecombrang atau sering juga disebut honje ini sudah sangat lama dimanfaatkan orang sebagai bumbu masakan dan bahan makanan. Di setiap daerah, kecombrang atau honje memiliki nama atau sebutan tersendiri.
Kecombrang. i-Kuliner
Kecombrang

Kecombrang punya sebutan atau nama lain, misalnya kantan atau honje, dan punya nama latin yaitu Etlingera elatior. Kecombrang adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan), kincuang dan sambuang (Minangkabau) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa. Di Bali disebut kecicang sedangkan batang mudanya disebut bongkot dan keduanya bisa dipakai sambal (sambel matah).

Honje berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan. Jika batangnya sudah tua, bentuk tanamannya mirip jahe atau lengkuas, dengan tinggi mencapai 5 m. Batang-batang semu bulat gilig, membesar di pangkalnya; tumbuh tegak dan banyak, berdekat-dekatan, membentuk rumpun jarang, keluar dari rimpang yang menjalar di bawah tanah. Rimpangnya tebal, berwarna krem, kemerah-jambuan ketika masih muda. Daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris, berseling, di batang semu; helaian daun jorong lonjong, 20-90 cm × 10-20 cm, dengan pangkal membulat atau bentuk jantung, tepi bergelombang, dan ujung meruncing pendek, gundul namun dengan bintik-bintik halus dan rapat, hijau mengkilap, sering dengan sisi bawah yang keunguan ketika muda.

Bunga dalam karangan berbentuk gasing, bertangkai panjang 0,5-2,5 m × 1,5-2,5 cm, dengan daun pelindung bentuk jorong, 7-18 cm × 1-7 cm, merah jambu hingga merah terang, berdaging, melengkung membalik jika mekar. Kelopak bentuk tabung, panjang 3-3,5 cm, bertaju 3, terbelah. Mahkota bentuk tabung, merah jambu, hingga 4 cm. Labellum[3] serupa sudip, sekitar 4 cm panjangnya, merah terang dengan tepian putih atau kuning.

Buah kecombrang berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter 10-20 cm; masing-masing butir 2-2,5 cm besarnya, berambut halus pendek di luarnya, hijau dan menjadi merah ketika masak. Berbiji banyak, coklat kehitaman, diselubungi salut biji (arilus) putih bening atau kemerahan yang berasa masam.

Kuncup Kecombrang. i-Kuliner
Manfaat Kecombrang

Kecombrang atau bunga honje terutama dijadikan bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari pecel di daerah Banyumas. Di Pekalongan, kecombrang yang diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, sejenis urap berbahan dasar nangka muda. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.

Di Tanah Karo, buah honje muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta "polong"nya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam bau amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala ini. Di Palabuhanratu, buah dan bagian dalam pucuk honje sering digunakan sebagai campuran sambal untuk menikmati ikan laut bakar.

Honje juga dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara: menggosokkan langsung batang semu honje ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun honje hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun. Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak.

Dari rimpangnya, orang-orang Sunda memperoleh bahan pewarna kuning. Pelepah daun yang menyatu menjadi batang semu, pada masa lalu juga dimanfaatkan sebagai bahan anyam-anyaman; yaitu setelah diolah melalui pengeringan dan perendaman beberapa kali selama beberapa hari. Batang semu juga merupakan bahan dasar kertas yang cukup baik.

wikipedia.org

Jumat, 02 Agustus 2013

Kirin KST-365, Alat Pemanggang Roti Sandwich

Peralatan memasak: Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich. Untuk memanggang roti yang akan disajikan sebagai menu sarapan pagi tentu membutuhkan alat pemanggang yang efisien dan cepat kerjanya. Anda direkomendasikan produk Kirin KST-365, alat pemanggang roti sandwich yang mampu bekerja cepat dan efisien.
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich. i-Kuliner
Kirin KST-365
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich

Roti telah menjadi santapan sehari-hari untuk sarapan atau untuk kudapan. Apabila Anda mencari pemanggang sandwich anti lengket dan berkapasitas banyak, Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich adalah pilihan yang tepat. Pemanggang ini membutuhkan daya 220V-50Hz, 350 W. Dengan sentuhan gaya minimalis dan casing yang terbuat dari bahan berkualitas, pemanggang sandwich ini adalah perangkat yang tak boleh dilewatkan dan disarankan untuk dimiliki sebegai perlengkapan memasak di rumah Anda. Harga Rp 129.600 saat tulisan ini dipublikasikan (Sabtu, 3 Agustus 2013).

4 Potong Sandwich
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich, Anda akan menghemat banyak waktu Anda di dapur karena pemanggang ini memiliki kapasitas empat roti sekaligus.

Permukaan Anti Lengket
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich sangat mudah untuk Anda bersihkan karna lapisan pemanggang pada bagian dalam toaster dilapisi oleh anti lengket, sehingga tidak perlu banyak tenaga untuk membersihkan peralatan dapur ini.

Lampu Indikator
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich dilengkapi dengan lampu indikator untuk mengetahui kapan alat ini menyala dan kapan proses pemanggangan berlangsung. Dengan adanya indikator ini, Anda dapat mengetahui apakah roti Anda telah matang.

Mudah Dibersihkan
Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich ini sangat mudah dibersihkan. Pastikan pemanggang tidak terhubung dengan listrik sebelum dibersihkan. Basuh bagian luar pemanggang dengan kain basah, pastikan bagian dalam tidak terkena air dan panggangan Anda pun kembali siap digunakan.

Lihat Harga Terbaru Produk Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich

Spesifikasi Kirin KST-365 Pemanggang Sandwich :
  • Ukuran (L x W x H cm) : 25 x 12 x 26 cm
  • Berat (kg) : 2
i-Kuliner

Senin, 10 Juni 2013

Proses Pembuatan Sosis Ikan Cucut Ala Jepang

Informasi Kuliner: Sosis tidak hanya terbuat dari daging sapi atau daging hewan ternak darat lainnya. Di Jepang, daging ikan sudah lama digunakan sebagai bahan untuk membuat sosis. Di negeri matahari terbit itu, sosis dari bahan daging ikan segar disebut dengan nama kamakobo dan satsuma age. Mungkin yang agak sulit dijadikan sebagai bahan pembuat sosis adalah daging ikan cucut,. Kandungan amoniak yang cukup tinggi menyebabkan daging ikan cucut menjadi berbau pesing meskipun sudah diolah dan dimasak sebagai hidangan. Namun ada cara atau teknik yang bisa digunakan agar daging ikan cucut menjadi tidak berbau dan bisa dijadikan sebagai bahan makanan, termasuk sebagai bahan pembuat sosis.
Kamakobo. i-Kuliner
Kamakobo.
Proses Pembuatan Sosis Ikan Cucut Ala Jepang

Negara Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas sehingga potensi perikanan pun menjadi sangat tinggi, terutama terdiri atas ikan cucut dan berbagai jenis ikan tuna serta ikan cakalang. Tapi sayangnya tidak banyak orang yang menyukai untuk mengkonsumsi daging ikan cucut. Mungkin dikarenakan daging ikan ini mengeluarkan bau yang tidak sedap. Mirip seperti bau air seni (urine). Itu dikarenakan hasil perombakan urea menjadi amoniak selama penanganan ikan cucut tersebut.

Ikan cucut memang memiliki kandungan urea yang cukup tinggi walaupun belum mencapai ambang batas yang membahayakan. Keadaan ini mengakibatkan pemanfaatan daging ikan cucut masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah yang sudah tertangkap. Padahal daging ikan cucut memiliki kandungan protein sekitar 16% hingga 22%.

Sebelum ikan cucut dijadikan bahan makanan, bagaimana cara menghilangkan kandungan urea dan amoniak dari dalam dagingnya? Pertama yang harus diingat adalah bahwa peralatan dan bahan yang akan digunakan untuk menghilangkan kandungan urea dan amoniak itu harus aman dan tidak membahayakan kesehatan konsumen. Sebaiknya seminimal mungkin menggunakan bahan kimia, jika tidak bisa menghindarinya sama sekali.

Beberapa cara mengolah daging ikan cucut telah dicoba di Indonesia namun hasil produk olahannya masih berbau dan kurang disenangi oleh konsumen. Cara pengolahan daging ikan cucut di negara Jepang agak berbeda dengan cara pengolahan di Indonesia. Di negeri itu pengolahan ikan cucut dilakukan dengan cara mencampurnya dengan jenis ikan-ikan yang lain. Hasil jenis olahan tersebut misalnya sosis ikan dan fish stick. Dalam bahasa Jepang, sosis ikan dikenal dengan sebutan kamakobo dan satsuma age.

Cara pengolahan sosis ikan seperti yang dilakukan di Jepang adalah sebagai-berikut. Bahan mentah yang digunakan terdiri atas 70% daging ikan tuna dan 30% daging ikan cucut. Daging dari kedua jenis ikan tadi dipotong kecil-kecil secara terpisah. Lalu direndam secara berulang-ulang dengan air es. Perendaman dengan cara seperti itu bertujuan untuk melarutkan dan mencuci zat-zat yang tidak dikehendaki dalam daging tersebut, misalnya kandungan urea dan amoniak.

Kemudian daging itu diputar dengan alat pemutar. Tujuannya untuk mengeluarkan sebanyak mungkin air yang sudah melarutkan urea dan amoniak tadi. Setelah dilakukan pemutaran, bau ikan cucut itu diuji. Jika masih terdapat bau amoniak (pesing) harus dilakukan perendaman dan pemutaran lagi hingga bau amoniak itu menghilang, setidaknya tidak tercium lagi. Lalu daging tersebut dimasukkan ke dalam penggilingan daging. Setelah daging digiling dan menjadi hancur, lalu dimasukkan ke dalam mesin pencampur daging dengan bumbu-bumbu dan bahan pengawet.

Bahan pengawet yang digunakan adalah Natrium Nitrit sebanyak 0,005%, Natrium Ascorbat sebanyak 0,1%, dan garam sebanyak 3% dari berat seluruh daging ikan yang digunakan. Kemudian daging ikan tersebut dicetak, dicuci, direbus sebanyak dua kali dan akhirnya sosis ikan yang sudah jadi disimpan dalam ruang dingin dengan suhu 4ºC selama menunggu saat pemasaran.

Untuk membuat fish stick menggunakan cara yang lain lagi. Bahan mentahnya terdiri atas ikan kembung atau yang sejenisnya dan cumi-cumi sebanyak 60% dan ikan cucut sebanyak 40%. Daging ikan cucut diolah dengan cara yang sama seperti pada pembuatan sosis ikan. Ketiga jenis daging ikan ini kemudian dihancurkan dalam mesin penghancur lalu dicampur dengan bumbu-bumbu dan pengawet dalam mesin pencampur. Bahan pengawet yang digunakan adalah Asam Ascorbat sebanyak 0,1% dan garam (NaCl) sebanyak 2% dari total berat daging yang diolah.

Setelah dicampur dengan rata, lalu dibekukan selama satu malam dengan suhu -25ºC. Keesokan harinya diiris-iris tipis dengan ukuran 8 Cm x 3 Cm x 0,9 Cm. Lalu dicelupkan ke dalam cairan kental tepung terigu. Akhirnya dilapisi dengan roti kering yang sudah dihancurkan sampai halus pada bagian luarnya. Kemudian hasil akhir ini disimpan dalam ruang dingin dengan suhu sekitar 0ºC selama menunggu pemasaran. Sebelum dimakan, fish stick digoreng terlebih dahulu.

Kedua hasil olahan tadi (sosis ikan dan fish stick) telah diuji secara sensoris, secara kimia, dan secara mikrobiologis di laboratorium. Dari hasil pengujian secara sensoris antara lain diperoleh data tentang rasa dan bau. Sembilan puluh persen penguji menyatakan bahwa rasa dan bau amoniak tidak ada lagi. Dan sepuluh persen penguji lainnya menyatakan bahwa rasa dan bau tersebut masih ada, tapi tidak nyata.

Selasa, 06 November 2012

Asal Mula Makanan Sandwich

Sejarah makanan Sandwich diawali ketika John Montagu meminta daging diselipkan di potongan roti 250 tahun lalu, dia mungkin tidak menduga menu itu menjadi makanan global. Kini makanan itu disebut Sandwich. Dia meminta jenis makanan itu supaya bisa makan sambil tetap meneruskan permainan kartu dan teman-teman main kartunya meminta 'yang sama dengan Sandwich' -merujuk kepada pesanan Earl IV Sandwich.
Sandwich. i-Kuliner
Sandwich
Ketika John Montagu -yang merupakan Earl IV di kota Sandwich, Inggris- meminta daging diselipkan di potongan roti 250 tahun lalu, dia mungkin tidak menduga menu itu menjadi makanan global. Dia meminta jenis makanan itu supaya bisa makan sambil tetap meneruskan permainan kartu dan teman-teman main kartunya meminta 'yang sama dengan Sandwich' -merujuk kepada pesanan Earl IV Sandwich.

Begitulah kisah kelahiran sandwich, makanan cepat berupa roti yang kini diisi dengan daging, keju, udang, maupun sayur dan ditemukan di hampir semua kota-kota besar dunia, khususnya di Eropa dan Amerika. Lembaga pemerhati sandwich, BSA, mengatakan catatan pertama tentang makanan itu ditemukan pada tahun 1762 di Sandwich, sebuah kota pantai di kawasan Kent, Inggris selatan. Kota tersebut pada tahun 1660 diserahkan kepada Sir Edward Montagu, seorang komandan Angkatan Laut Inggris yang terkenal, dan sejak saat itu diwariskan kepada keturunannya.

Memilih Sandwich

Perayaan 250 tahun sandwich ini dirayakan dalam Festival Perayaan Sandwich pada Sabtu 12 Mei dan Minggu 13 Mei di kota Sandwich, yang dipilih oleh Sir Edward Montagu sebagai hadiah untuknya. Montagu sebenarnya mendapat tawaran Sandwich atau kota pelabuhan lain, Portsmouth, namun memilih Sandwich yang saat itu merupakan pelabuhan penting walau sekarang Portsmouh yang berkembang menjadi kota besar. "Ketika mendapat gelar bangsawan, dia juga bisa memilih Portsmouth walau memilih Sandwich, hari ini mungkin bisa jadi kita makan portsmouth," tutur Steve Laslett, salah seorang panitia Festival Perayaan Sandwich.

Adapun penemu sandwich, yang merupakan keturunan keempat Montagu terkenal sebagai karakter yang unik. "Dia menjabat pimpinan pertama Angkatan Laut Inggris selama tiga kali namun banyak bergaul dan dalam beberapa kesempatan main kartu sampai larut malam," tutur Laslett.

Bukan pengisi perut semata

Pada abad ke-15 dan ke-16, amat tidak biasa jika orang makan dengan menggunakan tangan seperti yang dilakukan oleh John Montagu karena mau makan tapi sambil tetap main kartu. "Anda makan sandwich merupakan sebuah kejutan yang informal. Dia seorang pria yang berani dengan makan seperti itu, bertentangan dengan latar belakang sosialnya," kata Sam Bompas, salah seorang ahli makanan di Inggris. Acara makan jelas bukan sekedar mengisi perut, tambah Bompas, tapi sebuah ritual dengan barisan pelayan yang menyajikan berbagai jenis makanan yang dihidangkan sesuai dengan urutannya yang jelas.

Bompas menegaskan tidak ada catatan tentang makanan berupa daging yang diselipkan di antara dua potong roti sebelum John Montagu memintanya pada tahun 1762.

Pada hari puncak perayaan Minggu 13 Mei, Earl XI Sandwich -yang memiliki nama yang sama dengan Earl IV, John Montagu- akan menggelar jamuan makan siang di kota Sandwich. "Saya dengan gembira mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 250 untuk sandwich," katanya kepada para wartawan.

BSA memperkirakan industri sandwich di Inggris mempekerjakan 300.000 orang dengan nilai perdaganga mencapai £6 miliar.

www.bbc.co.uk